Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin.
Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.
Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya.
"Bagaimana perjalanan kali ini?"
"Wah, sangat luar biasa Ayah"
"Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin" kata ayahnya.
"Oh iya" kata anaknya
"Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?" tanya ayahnya.
Kemudian si anak menjawab.
"Saya saksikan bahwa :
Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.
Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.
Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.
Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.
Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.
Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.
Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.
Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi."
Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.
Kemudian sang anak menambahkan "Terimakasih Ayah, telah menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita."
Sebenarnya...
Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya. Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain.
Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang. Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur atas semua yang telah disediakan untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih.
Source: http://www.michaelyamin.net
Sunday, October 11, 2009
Thursday, September 24, 2009
Selamat Idul Fitri Loves!
I'm sorry I haven't posted anything lately. Lagi males posting nih habisnya bosen banget bangetan. Gue pengen banget ngubah template gue cuma ribet gitu deh jadinya males. Oh iya Selamat hari raya Idul Fitri ya minal aidin walfaidzin.
Gue kemaren sore baru aja sampe rumah habis mudik. Capek gilaaa pusing di mobil terus. Sekarang sih udah bebas.

Ok, gue bener-bener lagi males nih. Maybe someday I'll be back for you guys :D
See ya!
Gue kemaren sore baru aja sampe rumah habis mudik. Capek gilaaa pusing di mobil terus. Sekarang sih udah bebas.
Ok, gue bener-bener lagi males nih. Maybe someday I'll be back for you guys :D
See ya!
Friday, August 07, 2009
Mari Kita Teruskan by Enid Blyton
Ibu Susan sangat baik hati. Beliau selalu menolong orang lain yang memerlukan bantuannya. Itulah sebabnya beliau disayangi oleh semua orang. Tetapi, bila ada seseorang yang bertanya, "Apa yang bisa kulakukan untuk membalas budimu?". Maka, jawabnya selalu adalah, "Oh, jangan pikirkan hal itu. Teruskan saja kebaikan yang kau terima itu kepada orang lain!"
"Bu, apa sih maksud Ibu mengatakan supaya orang meneruskan kebaikan kepada orang lain?" tanya Susan pada suatu hari.
"Ibu tak menginginkan orang membayar budi baik Ibu, Susan. Ibu lebih senang kalau orang yang menerima kebaikan Ibu mau berbuat baik kepada orang yang lain. Itu artinya meneruskan kebaikan!"
"Oh, begitu," ucap Susan sambil tersenyum. "Alangkah manisnya! Kita berbuat baik kepada seseorang, lalu menyuruhnya melakukan kebaikan untuk orang yang lain, dan orang lain yang menerima kebaikan itu pun kemudian menyuruh orang lain lagi meneruskan kebaikan kepada orang yang lain lagi. Dengan begitu, kebaikan takkan berhenti. Ia akan diteruskan, diteruskan, dan diteruskan lagi."
"Benar," sahut Ibu. "Gagasan yang manis sekali, bukan? Kalau semua orang begitu, dunia ini tentu akan penuh dengan perbuatan baik."
"Ah, aku mau meniru Ibu," kata Susan. "Nah, Bu --- sekarang berbuatlah suatu kebaikan kepadaku, lalu katakanlah, 'Teruskan kebaikan ini kepada orang lain, Susan!' "
"Baiklah," ucap Ibu. "Akan Ibu jahitkan bonekamu yang sudah rusak hingga ia utuh kembali. Mana bonekanya?"
Susan memberikan bonekanya kepada Ibu, dan Ibu pun segera duduk menjahitnya. Pekerjaan itu tak mudah. Ibu perlu waktu cukup lama untuk memperbaikinya. Tetapi pekerjaan Ibu tak sia-sia. Ketika telah selesai diperbaiki, boneka Susan kembali cantik dan utuh seperti semula.
"Ini, Susan," kata Ibu seraya memberikan kembali boneka Susan.
"Terima kasih Bu,," Susan berkata.
"Jangan berterimakasih kepada Ibu, Nak. Teruskan saja kebaikan yang kau terima ini kepada orang lain," ucap Ibu segera. Maka, sepotong kebaikan pun memulai perjalanannya.
Susan melakukan kebaikan yang dianjurkan Ibunya. Ia bertemu dengan Nyonya Down yang sudah tua, sedang menenteng tas berat sambil berjalan. "Mari kubawakan tas itu, Nyonya Down!" kata Susan sambil mengambil alih tas berat dari tangan perempuan tua itu.
Susan membawakan tas itu sampai ke rumah Nyonya Down. Betapa pegal rasa lengannya. "Terima kasih," ujar Nyonya Down. "Kuberikan kau uang se-penny sebagai tanda terima kasihku atas kebaikan yang kau berikan."
"Terima kasih, Nyonya Down. Tapi, jangan berikan uang itu kepadaku," sahut Susan cepat. "Teruskanlah kebaikanku tadi kepada orang lain."
"Oh, alangkah manisnya," kata Nyonya Down. "Tentu Nak, akan kuteruskan kebaikan yang kuterima ini kepada orang lain!"
Nyonya Down pun menunggu-nunggu kesempatan untuk meneruskan kebaikan itu. Saat yang ditunggu-tunggu tibalah. Tuan Dick lewat di depan rumahnya. Ia berjalan terpincang-picang, karena kakinya sudah tak kuat lagi. Nyonya Down menyapanya. Ditanyakannya ke mana laki-laki tua itu hendak pergi.
"Rotiku tak datang tadi pagi," balas Tuan Dick. "Jadi aku terpaksa berjalan jauh pulang-pergi ke kota untuk mengambilnya. Padahal rematik kakiku sedang kambuh.
"Oh, jangan susah-susah ke kota," ucap Nyonya Down. "Aku berjanji hendak meneruskan suatu kebaikan pada hari ini. Jadi, akan kuberi kau roti yang kauperlukan. Aku masih punya persediaan di lemari makan." Tuan Dick sangat girang. "Jangan ucapkan terima kasih kepadaku," Nyonya Down berkata. "Teruskan saja kebaikan ini kepada orang lain."
Tuan Dick pulang. Ia segera masuk ke dalam rumahnya, dan memotong roti pemberian Nyonya Down serta mengolesinya dengan mentega. Betapa baiknya hati Nyonya Down, pikirnya. Kebaikan semacam itu membuat orang lain merasa senang dan diperhatikan. Bagaimana caranya meneruskan kebaikan itu?
Seorang gadis cilik datang ke rumah Tuan Dick. Wajahnya ketakutan. Gadis itu memang takut pada Tuan Dick, karena Tuan Dick sering marah.
"Maaf, bolaku masuk ke kebun Anda. Bolehkah aku mengambilnya?"
"Tentu, tentu!" ujar Tuan Dick. "Mari kubantu mancarinya. Dan ini, ambillah apel ini untukmu!"
"Oh, terima kasih," ucap si Gadis Cilik sambil tersenyum manis hingga Tuan Dick merasakan kehangatan dalam hatinya. "Anda baik hati sekali, Tuan Dick."
"Dengarkan dulu pesaku sebelum kau pergi, Nak," ujar Tuan Dick. "Kau harus meneruskan kebaikan ini kepada orang lain. Mengerti? Jangan lupa, ya. Kebaikan ini supaya berputar dan tidak berhenti sampai di sini saja."
"Baik, Tuan Dick. Akan kuteruskan," sahut si Gadis. Hatinya senang bisa ikut serta meneruskan kebaikan. Sambil membawa bola dan buah apelnya, ia berlari-lari pulang. Sesampai di rumah terdengar olehnya Ibu mengaggil.
"Katie! Ibu tahu kau ingin bermain. Tapi, Ibu perlu mentega untuk memasak. Mentega kita sudah habis. Maukah kau pergi ke toko membeli sekaleng?"
Katie ingat akan janjinya hendak meneruskan sebuah kebaikan, "Baik, Bu. Aku pergi sekarang," sahutny. Ibunya sangat senang. Beliau bangga akan sikap anak gadisnya.
"Itu namanya anak manis," ibu Katie berkata ketika Katie kembali.
"Bu, teruskan kebaikan ini kepada orang lain," ucap Katie. Lalu Katie menceritakan pengalamannya di rumah Tuan Dick. Ibunya tersenyum.
"Tentu, Katie. Ibu akan meneruskan kebaikanmu," ujar beliau sambil berpikir bagaimana caranya. "Ah, aku tahu sekarang!" pikir beliau. "Aku akan membawaka buku dan puding buat Jack Brown. Ikutlah dengan Ibu, Katie! Biar Jack merasa senang. Kasihan anak itu. Sudah miskin, sakit pula."
"Ini namanya baru kebaikan yang bukan sekedar kebaikan, ya kan, Bu?" ujar Katie, gembira. Katie dan ibunya berangkat, membawa puding dan beberapa buah buku cerita. Betapa girang hati Jack melihat kedatangan mereka. Pudingnya langsung dimakan ketika Katie dan ibunya masih di sana.
"Kalian sangat baik hati," ujar Jack. "Mudah-mudahan aku bisa membalas budi baik kalian kelak."
"Tak usah, Jack," kata Ibu Katie. "Teruskan kebaikan kami kepadamu ini kepada orang lain lagi. Yang kami lakukan ini pun begitu. Meneruskan kebaikan yang kami terima dari orang lain!"
Jack tak henti-hentinya berpikir bagaimana caranya. Tentu saja sulit memikirkanperbuatan baik apa yang bisa dilakukannya ketika ia sedang sakit dan berbaring di tenpat tidur.
Setelah sembuh dan bisa berjalan-jalan seperti biasanya, Jack mencri jalan untuk meneruskan kebaikan yang pernah diterimanya kepada orang lain. Untunglah ia segera menemukan caranya. Ia menemukan sebuah sarung tangan tergeletak di jalan. Rupanya terjatuh dari tangan pemiliknya, karena ia terburu-buru. Dipungutnya benda itu, dan di bagian dalam terbaca sebuah nama. "Oh, kebetulan aku tahu rumahnya!" pikir Jack. "Tapi letaknya jauh dari sini. Ah, demi untuk meneruskan kebaikan yang pernah kuterima, akan kuantarkan juga sarung tangan ini meskipun aku harus berjalan jauh. Sebaiknya aku berangkat sekarang juga. Pasti Nyonya yang memiliki sarung tangan bagus ini senang." Maka pergilah dia. Jack merasa agak lelah, sebab tubuhnya belum sehat benar. Tetapi ia tidak berhenti sebelum sampai ke tempat tujuannya.
"Benar, ini saring tanganku! Oh, betapa senangnya, sarung tangan yang kusayangi ini kembali ke tanganku," ucap si Nyonya. "Kau sangat baik hati, Nak. Apa yang bisa kulakukan untuk membalas jasamu?"
"Oh, tak perlu, Nyonya. Cukup bila Nyonya mau meneruskan kebaikan ini kepada orang lain," sahut Jack. "Hanya itu yang kuinginkan."
Bagaimana caranya, pikir si Nyonya, "Oh, aku tahu!" ujarnya tiba-tiba. "Akan kutulis sebuah cerita untuk anak-anak yang kukenal. Kalau mereka menganggapku baik mau bercerita kepada mereka, maka akan kukatakan kepada mereka, 'Coba teruskan kebaikan ini ---- kebaikan yang dimulai oleh Susan. Usahakan agar kebaikan semacam ini diteruskan dan diteruskan lagi hingga tak pernah berhenti!' "
"Bu, apa sih maksud Ibu mengatakan supaya orang meneruskan kebaikan kepada orang lain?" tanya Susan pada suatu hari.
"Ibu tak menginginkan orang membayar budi baik Ibu, Susan. Ibu lebih senang kalau orang yang menerima kebaikan Ibu mau berbuat baik kepada orang yang lain. Itu artinya meneruskan kebaikan!"
"Oh, begitu," ucap Susan sambil tersenyum. "Alangkah manisnya! Kita berbuat baik kepada seseorang, lalu menyuruhnya melakukan kebaikan untuk orang yang lain, dan orang lain yang menerima kebaikan itu pun kemudian menyuruh orang lain lagi meneruskan kebaikan kepada orang yang lain lagi. Dengan begitu, kebaikan takkan berhenti. Ia akan diteruskan, diteruskan, dan diteruskan lagi."
"Benar," sahut Ibu. "Gagasan yang manis sekali, bukan? Kalau semua orang begitu, dunia ini tentu akan penuh dengan perbuatan baik."
"Ah, aku mau meniru Ibu," kata Susan. "Nah, Bu --- sekarang berbuatlah suatu kebaikan kepadaku, lalu katakanlah, 'Teruskan kebaikan ini kepada orang lain, Susan!' "
"Baiklah," ucap Ibu. "Akan Ibu jahitkan bonekamu yang sudah rusak hingga ia utuh kembali. Mana bonekanya?"
Susan memberikan bonekanya kepada Ibu, dan Ibu pun segera duduk menjahitnya. Pekerjaan itu tak mudah. Ibu perlu waktu cukup lama untuk memperbaikinya. Tetapi pekerjaan Ibu tak sia-sia. Ketika telah selesai diperbaiki, boneka Susan kembali cantik dan utuh seperti semula.
"Ini, Susan," kata Ibu seraya memberikan kembali boneka Susan.
"Terima kasih Bu,," Susan berkata.
"Jangan berterimakasih kepada Ibu, Nak. Teruskan saja kebaikan yang kau terima ini kepada orang lain," ucap Ibu segera. Maka, sepotong kebaikan pun memulai perjalanannya.
Susan melakukan kebaikan yang dianjurkan Ibunya. Ia bertemu dengan Nyonya Down yang sudah tua, sedang menenteng tas berat sambil berjalan. "Mari kubawakan tas itu, Nyonya Down!" kata Susan sambil mengambil alih tas berat dari tangan perempuan tua itu.
Susan membawakan tas itu sampai ke rumah Nyonya Down. Betapa pegal rasa lengannya. "Terima kasih," ujar Nyonya Down. "Kuberikan kau uang se-penny sebagai tanda terima kasihku atas kebaikan yang kau berikan."
"Terima kasih, Nyonya Down. Tapi, jangan berikan uang itu kepadaku," sahut Susan cepat. "Teruskanlah kebaikanku tadi kepada orang lain."
"Oh, alangkah manisnya," kata Nyonya Down. "Tentu Nak, akan kuteruskan kebaikan yang kuterima ini kepada orang lain!"
Nyonya Down pun menunggu-nunggu kesempatan untuk meneruskan kebaikan itu. Saat yang ditunggu-tunggu tibalah. Tuan Dick lewat di depan rumahnya. Ia berjalan terpincang-picang, karena kakinya sudah tak kuat lagi. Nyonya Down menyapanya. Ditanyakannya ke mana laki-laki tua itu hendak pergi.
"Rotiku tak datang tadi pagi," balas Tuan Dick. "Jadi aku terpaksa berjalan jauh pulang-pergi ke kota untuk mengambilnya. Padahal rematik kakiku sedang kambuh.
"Oh, jangan susah-susah ke kota," ucap Nyonya Down. "Aku berjanji hendak meneruskan suatu kebaikan pada hari ini. Jadi, akan kuberi kau roti yang kauperlukan. Aku masih punya persediaan di lemari makan." Tuan Dick sangat girang. "Jangan ucapkan terima kasih kepadaku," Nyonya Down berkata. "Teruskan saja kebaikan ini kepada orang lain."
Tuan Dick pulang. Ia segera masuk ke dalam rumahnya, dan memotong roti pemberian Nyonya Down serta mengolesinya dengan mentega. Betapa baiknya hati Nyonya Down, pikirnya. Kebaikan semacam itu membuat orang lain merasa senang dan diperhatikan. Bagaimana caranya meneruskan kebaikan itu?
Seorang gadis cilik datang ke rumah Tuan Dick. Wajahnya ketakutan. Gadis itu memang takut pada Tuan Dick, karena Tuan Dick sering marah.
"Maaf, bolaku masuk ke kebun Anda. Bolehkah aku mengambilnya?"
"Tentu, tentu!" ujar Tuan Dick. "Mari kubantu mancarinya. Dan ini, ambillah apel ini untukmu!"
"Oh, terima kasih," ucap si Gadis Cilik sambil tersenyum manis hingga Tuan Dick merasakan kehangatan dalam hatinya. "Anda baik hati sekali, Tuan Dick."
"Dengarkan dulu pesaku sebelum kau pergi, Nak," ujar Tuan Dick. "Kau harus meneruskan kebaikan ini kepada orang lain. Mengerti? Jangan lupa, ya. Kebaikan ini supaya berputar dan tidak berhenti sampai di sini saja."
"Baik, Tuan Dick. Akan kuteruskan," sahut si Gadis. Hatinya senang bisa ikut serta meneruskan kebaikan. Sambil membawa bola dan buah apelnya, ia berlari-lari pulang. Sesampai di rumah terdengar olehnya Ibu mengaggil.
"Katie! Ibu tahu kau ingin bermain. Tapi, Ibu perlu mentega untuk memasak. Mentega kita sudah habis. Maukah kau pergi ke toko membeli sekaleng?"
Katie ingat akan janjinya hendak meneruskan sebuah kebaikan, "Baik, Bu. Aku pergi sekarang," sahutny. Ibunya sangat senang. Beliau bangga akan sikap anak gadisnya.
"Itu namanya anak manis," ibu Katie berkata ketika Katie kembali.
"Bu, teruskan kebaikan ini kepada orang lain," ucap Katie. Lalu Katie menceritakan pengalamannya di rumah Tuan Dick. Ibunya tersenyum.
"Tentu, Katie. Ibu akan meneruskan kebaikanmu," ujar beliau sambil berpikir bagaimana caranya. "Ah, aku tahu sekarang!" pikir beliau. "Aku akan membawaka buku dan puding buat Jack Brown. Ikutlah dengan Ibu, Katie! Biar Jack merasa senang. Kasihan anak itu. Sudah miskin, sakit pula."
"Ini namanya baru kebaikan yang bukan sekedar kebaikan, ya kan, Bu?" ujar Katie, gembira. Katie dan ibunya berangkat, membawa puding dan beberapa buah buku cerita. Betapa girang hati Jack melihat kedatangan mereka. Pudingnya langsung dimakan ketika Katie dan ibunya masih di sana.
"Kalian sangat baik hati," ujar Jack. "Mudah-mudahan aku bisa membalas budi baik kalian kelak."
"Tak usah, Jack," kata Ibu Katie. "Teruskan kebaikan kami kepadamu ini kepada orang lain lagi. Yang kami lakukan ini pun begitu. Meneruskan kebaikan yang kami terima dari orang lain!"
Jack tak henti-hentinya berpikir bagaimana caranya. Tentu saja sulit memikirkanperbuatan baik apa yang bisa dilakukannya ketika ia sedang sakit dan berbaring di tenpat tidur.
Setelah sembuh dan bisa berjalan-jalan seperti biasanya, Jack mencri jalan untuk meneruskan kebaikan yang pernah diterimanya kepada orang lain. Untunglah ia segera menemukan caranya. Ia menemukan sebuah sarung tangan tergeletak di jalan. Rupanya terjatuh dari tangan pemiliknya, karena ia terburu-buru. Dipungutnya benda itu, dan di bagian dalam terbaca sebuah nama. "Oh, kebetulan aku tahu rumahnya!" pikir Jack. "Tapi letaknya jauh dari sini. Ah, demi untuk meneruskan kebaikan yang pernah kuterima, akan kuantarkan juga sarung tangan ini meskipun aku harus berjalan jauh. Sebaiknya aku berangkat sekarang juga. Pasti Nyonya yang memiliki sarung tangan bagus ini senang." Maka pergilah dia. Jack merasa agak lelah, sebab tubuhnya belum sehat benar. Tetapi ia tidak berhenti sebelum sampai ke tempat tujuannya.
"Benar, ini saring tanganku! Oh, betapa senangnya, sarung tangan yang kusayangi ini kembali ke tanganku," ucap si Nyonya. "Kau sangat baik hati, Nak. Apa yang bisa kulakukan untuk membalas jasamu?"
"Oh, tak perlu, Nyonya. Cukup bila Nyonya mau meneruskan kebaikan ini kepada orang lain," sahut Jack. "Hanya itu yang kuinginkan."
Bagaimana caranya, pikir si Nyonya, "Oh, aku tahu!" ujarnya tiba-tiba. "Akan kutulis sebuah cerita untuk anak-anak yang kukenal. Kalau mereka menganggapku baik mau bercerita kepada mereka, maka akan kukatakan kepada mereka, 'Coba teruskan kebaikan ini ---- kebaikan yang dimulai oleh Susan. Usahakan agar kebaikan semacam ini diteruskan dan diteruskan lagi hingga tak pernah berhenti!' "
Saturday, July 25, 2009
Hey ya!
Hey ya!
I've been really tired lately. Assignments make me just so crazyyyyyyyyyy. I've been studying in high school for 2 weeks but it's sooo sick. I'm still in the process to adapt in my new school. It's hard to do it, but I'll keep trying :) Doing something new is a nice thing for me. Yeah! \m/ I should be happy in my new environment. So, wish me all the luck ;P
I've been really tired lately. Assignments make me just so crazyyyyyyyyyy. I've been studying in high school for 2 weeks but it's sooo sick. I'm still in the process to adapt in my new school. It's hard to do it, but I'll keep trying :) Doing something new is a nice thing for me. Yeah! \m/ I should be happy in my new environment. So, wish me all the luck ;P
Anyway, FOLLOW ME ON TWITTER! :D www.twitter.com/yunitawerdi
Tuesday, June 30, 2009
Oh Baby Tiger...
Almost everybody knows that I love cats. Cat is the cutest animal for me. Hehe dan gue sekarang punya 5 kucing tapi mau diminta 2 sama temen nyokap gue. As you know, cat is almost the same as tiger. Bedanya kucing jinak sedangkan harimau buas(kali) haha.

And I really really wanna have a baby tiger! Really! But just the baby hahaha.. Pengen banget rasanya miara bayi harimau tapi kalo udah gede masukin ke Taman Safari hahaha. Pengen banget bisa punya. Pernah mangku anak harimau tapi itu juga di Taman Safari. Saya maunya punyaaaaaaaaa.
Very cute, aren't they?





I'm sooo jealous of them!




Love ya!
Nita.
Sunday, May 10, 2009
Lelucon yang Membuat Kita Tersadar
1. Ada dua orang, bapak dan anaknya melihat sebuah mobil impor yang sangat mewah. Dengan nada yang tidak pantas si anak berkata kepada ayahnya, "Orang yang duduk dalam mobil jenis ini, pastilah orang yang kurang pendidikan."
Ayahnya lalu mejawab secara sepintas lalu, "Orang yang mengucapkan kata-kata semacam ini, dalam sakunya pasti tak punya uang!"
----------------------------------------------
Bagaimana pandangan Anda mengenai masalah ini, apakah juga mencerminkan sikap sebenarnya dalam hati Anda?
2. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu. Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, "Pasti ibu yang memecahkan piring itu."
"Bagaimana kamu tahu?" kata si Ayah.
"Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain."
----------------------------------------------
Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran.
3. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya persis seperti orang yang jerawatan.
Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, "Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona."
----------------------------------------------
Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda.
4. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, "Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dididik!"
Sedangkan guru dari Barat akan bilang, "Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!"
----------------------------------------------
Kita sebagai angkatan tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.
5. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, "Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!"
Istrinya secara spontan menjawab, "Saya mengerti bagaimana cara memasak ikan.
Suaminya dengan tenang menjawab, "Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya ... saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya."
----------------------------------------------
Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.
6. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.
Seorang penumpang mendongakkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, "Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!"
"Saya harus mengejar bus ini..." Dengan nafas tersenggal-senggal dia menjawab, "Saya adalah pengemudi dari bus ini!"
----------------------------------------------
Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis! Namun juga dikarenakan harus menghadapi dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul keluar.
7. Si A : "Tetangga yang baru pindah itu sungguh jahat, kemarin tengah malam dia datang ke rumah saya dan terus menerus menekan bel di rumah saya."
Si B : "Memang sungguh jahat! Adakah Anda segera melapor polisi?"
Si A : "Tidak. Saya menganggap mereka orang gila, yang terus menerus meniup terompet kecil saya."
----------------------------------------------
Semua kejadian pasti ada sebabnya, jika sebelumnya kita bisa melihat kekurangan kita sendiri, maka jawabannya pasti berbeda.
8. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.
Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, "Babi! Babi!"
Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, "Kamu sendiri yang babi!"
Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.
----------------------------------------------
Jangan salah menafsirkan maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina.
9. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, "Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?"
Ayahnya menjawab, "Sudah tentu!"
"Siapa yang menemukan listrik?"
"Edison."
"Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?"
----------------------------------------------
Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.
10. Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelpon dokter rumah tangga minta pertolongan.
Dokter berkata, "Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana."
Ibu Toto bertanya, "Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan?"
Dokter itu menjawab, "Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu."
----------------------------------------------
Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin. Dari pada khawatir lebih baik berlega, dari pada gelisah lebih baik tenang.
11. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.
Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, 'plak' gembok besar itu sudah terbuka.
----------------------------------------------
Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian, Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.
Wednesday, March 04, 2009
To My Loving Mother
Yesterday was my Mom's birthday :)
Mom,
I love you so much
Just had to convey
My love for you in
These words that I wanna say :
Mom,
I love you so much
Just had to convey
My love for you in
These words that I wanna say :
HAPPY BIRTHDAY MOM!!
I wish you more than a wonderful birthday
I wish you the happiest
Thank you dear Mom
For all you do for me
Not a penny I pay
You do it all for free
May your birthday bring you happiness galore
Filling you with joy
Like you never had before
With hearts,
Nita.
I wish you more than a wonderful birthday
I wish you the happiest
Thank you dear Mom
For all you do for me
Not a penny I pay
You do it all for free
May your birthday bring you happiness galore
Filling you with joy
Like you never had before
With hearts,
Nita.
Subscribe to:
Posts (Atom)